Minor Thoughts

About

Aji. Yup, beberapa teman memanggil saya dengan nama itu. Nama lengkap saya Patnuaji Agus Indrarto. Kadang-kadang kalo lagi iseng saya tambahin Eben yang merupakan nama keluarga dari ayah. Tapi untuk orang-orang yang mengenal saya dari kecil mereka kenal saya dengan nama panggilan Kelik. Karena pada dasarnya saya adalah anak bungsu dari 4 bersaudara, dan biasanya dalam budaya masyarakat Jawa kebanyakan anak-anak mereka yang kecil sering dipanggil dengan nama itu.

Ketika kuliah saya menyadari bahwa karakter dominan saya adalah melankolis, dengan bumbu-bumbu kolerik yang lumayan, ditambah sedikit sanguine, dan campuran plegmatik. Gak heran kalo saya kadang kurang bisa akrab dengan orang-orang baru di sekitar saya alias “jaim mode=ON” . Tapi ketika saya sudah cukup dekat dengan mereka, biasanya sifat asli dan “asli” saya pasti keluar. Gak heran juga kalo sebagian teman yang sudah kenal akan ketawa ngakak ketika ada orang lain yang menilai saya galak.

Dipercaya mewakili SD waktu ada lomba-lomba mengarang, gak jelas apa karena dulu temen-temen SD gak jago ngecap atau saya yang hobinya menyalurkan imajinasi lewat tulisan. Sayangnya sudah lama kebiasaan menulis itu lenyap ditelan kesibukan sekolah, kuliah, kerjaan, pelayanan, dsb. Meskipun sempat juga terbiasa kembali setelah kenal yang namanya pacaran, tuker-tukeran surat. Masa-masa dimana belum ada HP, internet, boro-boro kenal sms, e-mail, atau blog.

Ketika akhirnya saya menikah (istri saya Maria Manafe, ketemu di sebuah acara kamp untuk mahasiswa Kristen se-Asia Timur), ada seseorang yang mengingatkan saya betapa pentingnya menyampaikan pengalaman hidup kita kepada orang lain agar bisa menjadi pelajaran, informasi, atau mungkin menjadi berkat. Seberapa pun kecilnya pemikiran yang disampaikan, kita tidak akan tahu bahwa mungkin hal itu berguna bagi orang lain.

Jadi, inilah saya. Orang yang dulu tidak suka blog — apalagi dengan tampilan diari-diari hanya untuk mendapat simpati dari orang lain– (sampai saat ini pun sebenarnya masih sedikit gak suka, hehehe…). Namun saya ingin belajar menghargai arti sebuah ide, pemikiran, pengalaman hidup, tentang apapun, baik musik, pelayanan, gereja, teknologi, fotografi, disain, dan lain sebagainya. Untuk alasan itulah blog ini dibuat.

-nam et ipsa scientia potestas est-